
Pengadegan, Wangon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap menghadirkan inovasi pertanian berupa alat tabur pupuk yang dirancang dan dibuat secara orisinil oleh mereka. Inovasi ini ditujukan untuk membantu kelompok tani di Desa Pengadegan, Kecamatan Wangon, dalam meningkatkan efisiensi pemupukan.
Alat tabur pupuk tersebut didesain sederhana dan mudah digunakan, sehingga mampu menebarkan pupuk secara merata tanpa membutuhkan banyak tenaga. Dengan begitu, petani dapat menghemat waktu sekaligus mempercepat proses kerja di lahan pertanian.
Tidak hanya membuat alat, mahasiswa KKN juga menyusun buku modul panduan berisi tata cara pembuatan alat tersebut. Modul ini menjadi media belajar agar kelompok tani maupun masyarakat desa dapat membuat sendiri alat tabur pupuk dengan bahan-bahan yang mudah diperoleh di sekitar.
Salah satu mahasiswa KKN menjelaskan, “Kami ingin menghadirkan inovasi yang benar-benar bisa dipakai dan ditiru oleh petani. Dengan adanya modul, alat ini tidak hanya berhenti di satu wujud, tapi bisa direplikasi oleh siapapun yang membutuhkan.”
Ketua kelompok tani Desa Pengadegan menyampaikan antusiasme atas karya mahasiswa tersebut. “Alat tabur pupuk ini sangat membantu kami. Selain praktis, kami juga bisa belajar cara membuatnya sendiri. Jadi ada nilai manfaat sekaligus ilmu yang bisa diteruskan ke generasi muda,” katanya.
Melalui inovasi ini, mahasiswa KKN UNUGHA berupaya mendorong pertanian desa yang lebih mandiri dan produktif, serta menunjukkan bahwa kreativitas anak muda dapat memberi kontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat.
| Land Area | 280 m2 |
| Building Area | 150 m2 |
| Location Status | Wakaf |
| Year Established | 1970 |